aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
ia hadir walau harus mati bersama gerangnya mentari
aku berada pada jiwa yang menggigil dalam pelukan sunyi
tak ada hangat walau sehangat mentari
hanya sedikit sejuk yang tersisa menyelimuti rasa
tuan, izinkan aku untuk menjamah cahayamu
agar suasana hati tak segelap malam hari
hingga warna-warni pagi dapat kutanggkap
dan cinta yang berceceran dapan kurapikan kembali
terangilah ia walau hanya dengan setitik cahayamu
agar semua hak-hak bisa tampak di kelopak mata
aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
cintaku, tak dapat aku katakan cinta
meski setiamu selalu aku yakini keabadiannya
aku tetap tak ingin katakan aku cinta kamu
bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
walau tanpa kata, ia selalu kaya dengan arti cinta
itulah setiaku padamu
aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
selalu setia untuk menyejukan suasana
tak perduli, dengan lemparan cacian dan cemoohan yang selalu bertubi-tubi datang menamparku
ini kuungkapkan semua, bukan bermaksud riya
percayalah, sejukku takkan sirna bersama lenyapnya dunia..
ia hadir walau harus mati bersama gerangnya mentari
aku berada pada jiwa yang menggigil dalam pelukan sunyi
tak ada hangat walau sehangat mentari
hanya sedikit sejuk yang tersisa menyelimuti rasa
tuan, izinkan aku untuk menjamah cahayamu
agar suasana hati tak segelap malam hari
hingga warna-warni pagi dapat kutanggkap
dan cinta yang berceceran dapan kurapikan kembali
terangilah ia walau hanya dengan setitik cahayamu
agar semua hak-hak bisa tampak di kelopak mata
aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
cintaku, tak dapat aku katakan cinta
meski setiamu selalu aku yakini keabadiannya
aku tetap tak ingin katakan aku cinta kamu
bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
walau tanpa kata, ia selalu kaya dengan arti cinta
itulah setiaku padamu
aku bagaikan embun yang selalu merindukan pagi
selalu setia untuk menyejukan suasana
tak perduli, dengan lemparan cacian dan cemoohan yang selalu bertubi-tubi datang menamparku
ini kuungkapkan semua, bukan bermaksud riya
percayalah, sejukku takkan sirna bersama lenyapnya dunia..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar