Rembulan Yang Buta

Kemana sapaku meluncur saat sepi menyelimuti hati
ia hanya penasaran tentang sebuah rayuan sang bulan
ketika malam tetap bersembunyi dibalik siang
Aku seperti gila
ibarat sebuah pisang yang jatuh dari pohon apel
Logikaku tak lagi berpungsi
Namun kutetap bernyanyi tanpa bunyi, sebab aku terdiam
setam sepertinya terusik dengan nyanyianku yang membisu

Saat rembulan buta, aku tetap terdiam
rembulanpun terdiam disaat hariku terluka
Aku tetap terdiam, sebab rembulam masih buta
Tak ada cahaya hingga hatipun gelap gulita
kutatap langit yang hitam
di sana kulihat bintang, sepertinya ia malu
lalu bersembunyi di balik awan

Namun, rembulan masih tetap buta
Dalam hati, kubergumam
Mana lentera,,,?
Ketika hati gelap, rembulan pun masih buta
semuanya sirna, tenggelam dalam larut malam yang kelam
bahkan jiwaku, ia ikut tenggelam
Tanpa cahaya, tanpa Fatwa yang menggugah jiwa

Mungkin akulah jiwa yang terbuang
saat dunia berkata tentang arti sebuah kesesatan
mungkin aku yang terabaikan
saat semua iblis berkata "Akulah Tuhan"
Rembuan tetap buta, hingga sampai satu ayat kulantunkan di muka
hingga kudapatkan rembulan lain yang indah dan bersuara
hingga terdengar sebuah sapa yang manja
dan sampai nyanyianku mulai bersuara

Bandung 3 - 1 - 14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar