Siang mulai memancarkan wibawanya, matahari semakin tinggi, dedaunan hijau kelihatan dari kejauhan, melambai lambaikan tangannya tersapa angin halus. Di kamar kecil itu kelihatan sekelompok anak muda yang asyik menggoyangkan dua tangannya sambil memutar balikan stik. mereka rupanya melupakan nilai-nilai waktu yang seharusnya di jungjung tinggi. Mereka itu termasuk aku, aku dalam hariku menghabiskan waktunya hanya untuk memainkan pees. Itulah kebiasaanku sekarang, kebiasaan jelek, semoga hari esok lebih baik dari sekarang. semoga hari esok semakin meningkat dan semakin tinggi nilainya bagi masa depanku
Meskipun hal itu yang menjadi kebiasaanku, tugas dan kewajiban sedikit demi sedikin mulai terealisasikan, tagihan orang tua yang selama ini membiayai kehidupan mulai menghantui dalam fikiran. Ceritanya si aku ini mulai menyadari semua kebaikan orang tuanya, oleh karena itu saat ini pula si aku ingin merubah hidupnya menjadi seorang petualang yang sedang meneruskan perjalanannya menuju tempat kesuksesan, ingin membahagiakan orang tua. dia selalu menyimpan impiannya, Sebuah impian yang berharga yaitu ingin membahagiakan kedua orang tua. Impian ini hanya sekedar setetes dari lautan impian-impiannya.
Hari ini pula dia sedang menuliskan tulisan ini, mengeluarkan kata-kata ini, semua tulisan ini yang menjadi saksinya bahwa dia akan berubah. berubah, berubah dan BERUBAH. ya tentunya akan merubah kearah yang lebih bermanfaat, kearah yang lebih mengena dengan tujuan dan keinginan hati nuraninya. Dia selama ini memendam rasa, yaitu sebuah cita-cita yang tak kunjung terlaksanakan dan terwujudkan. Mungkin dari saat inilah proses untuk menggapai cita-cita tersebut akan segera dimulainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar