Melatih Sudut Pandang


By: Hafidz341 (BN0002)

Seperti halnya fotografer, penulis juga harus membiasakan diri mencari sudut pandang alias angel tulisan. Sudut pandang yang nendang, memberikan nilai tambah sebuah tulisan. Karena sebuah objek tulisan tidak hanya bisa dipandang dari depan, penulis dapat mengeksplorasi dari berbagai arah. Depan, belakang, atas, bawah, kiri, kanan, kanan atas, kanan bawah, kiri atas, atau kiri bawah. Pokoknya bisa dilihat dari delapan penjuru mata angin. Hehehe…

Pentingnya sudut pandang dalam sebuah tulisan, membantu mengkerucutkan pembahasan. Agar alurnya tidak melebar dan energi yang kita keluarkan lebih maksimal. Hasilnya tentu lebih optimal. Tak perlu tergoda untuk membahas sebuah objek seperti kebanyakan. Fokuslah pada satu titik yang menurut kita bisa dieksplorasi lebih dalam. Bagian sebagian orang mungkin tidak penting. Atau malah nggak kepikiran bisa jadi bahan tulisan. Kita menyulapnya menjadi sebuah untaian kalimat bertabur hikmah. 

Ambil contoh objek tulisan dari sebuah tumpukan sampah. Sudut pandang tulisan banyak terpancing untuk memvonis tumpukan sampah sebagai sumber masalah. Ya memang benar dan kita berharap pemerintah bisa kasih solusi untuk menyelesaikannya. Namun dari sudut pandang yang berbeda, ternyata tumpukan sampah bisa jadi berkah sehingga melahirkan judul tulisan "Aroma Rupiah dari Tumpukan Sampah". Penulis bisa mengeksplorasi peluang usaha dari sampah yang banyak digeluti oleh para pemulung dan juragan barang bekas. 

Untuk mengasah kepekaan sudut pandang, penulis bisa membiasakan diri kepo alias want to know aja. Keadaan sekitar tak sekedar pelengkap pemandangan sehari-hari. Tapi juga objek menarik untuk dilirik sebagai bahan tulisan. Layaknya seorang peneliti, setiap objek selalu menarik hati. Mulailah peduli terhadap setiap kondisi. Niscaya bahan untuk mengasah sudut pandang akan berlimpah. Selamat mencoba! [341

Tidak ada komentar:

Posting Komentar