Tidak mau mengatakan bahwa penulisan ini adalah puisi, dalam blog ini tidak ada puisi. namun banah untuk puisi banyak, puisi itu harus menggunakan gaya bahasa estetis, menggunakan pemilihan kata yang memiliki makna yang banyak, penulisan puisi itu layaknya sebuah perkataan dewa yang sukar untuk difahami, tulisan puisi itu memahaminya membutuhkan penafsiran-penafsiran para kritik sastra.
Jika anda mendapatkan tulisan (khusus di blog ini) yang menurut anda adalah puisi, pada hakikatnya tulisan itu bukan puisi. tulisan itu adalah tulisan seorang pejuang yang bahasanya teramat tinggi sehingga akal tidak mampu untuk menjangkaunya, maknanya sepintas terasa kabur namun justru itu sangat nyastra, hal seperti itu bukanlah sebuah puisi melainkan tulisan sang pejuang.
Seorang pejuang, Siapakah dia..?
Dia adalah sama seperti anda, dia makhluk tuhan paling seksi, bahasanya sangat menggairahkan jiwa, retorikanya membangun syahwat. mungkin anda tidak akan kuat menahan keindahan gaya bahasanya, dia bukanlah seorang sastrawan dia juga bukan seorang kritikus sastra, dia juga bukan seorang teoritikus sastra, tapi dia adalah seorang yang sedang berjalan menuju parjalanan yang indah, keindahan perjalanan itu tidak bisa dibayangkan oleh mata karena terlalu indah.
Seorang pejuang itu bukanlah penulis blog ini, bukan pula pembaca tulisan ini, tapi seorang pejuang adalah dia yang memberikan inspirasi dan motipasi aku untuk membuat blog ini. dia kini telah tiada tapi dia akan tetap ada dimanapun dan sampai kapanpun. mari pembahasan ini kita kembali lagi kemasalah "tidak mau mengatakan ini puisi".
Apa yang melatar belakangi ketidak mauan untuk mengatakan ini puisi.?
Anda mungkin bingung membaca postingan di atas ini, anda mungkin tidak tahu apa yang sebenarnya saya maksud dapi postingan ini. Sebenarnya postingan ini sederhana, ini hanya sebuah kenyataan yang direka dengan pertanyaan. terkadang untuk menyatakan sesuatu itu perlu diadakannya sebuah pertanyaan terlebih dahulu yang mengarahkan ke arah sana. bukankah sebuah pengetahuan itu didapatkan dari sebuah pertanyaan, bukankah orang yang banyak nanya itu adalah orang yang banyak tahu.?
ok, yang melatar belakangi "tidak mau mengatakan ini puisi" adalah karena ketidak percayaan diri, karena gaya bahasa dirinya tidak layak untuk disebut puisi. kenapa tidak mau mengatakan ini puisi, karena tidak percaya bahwa gaya bahasanya memenuhi atau memasuki kriterianya. kuncinya adalah anda harus ingat bahwa postingan ini tertuju kepada postingan yang selanjutnya. anda tidak akan mengerti dengan apa yang saya tulis disini sebelum anda membaca postingan yang selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar