Suasana dimalam hari, saat semua sepi, mata- mata terpejam dalam mimpi, keadaan hening mencekam, bintang- bintang tak ada satupun yang berkedip, langit kelihatan gelap seakan sang rembulan sedang terlelap dalam tidurnya yang nyenyak. pada waktu yang sama, seorang remaja bergegas menuju mesjid, ia menelusuri jalan sambil merasakan dinginnya malam, langkah demi langkah selalu diiringi dengan dzikir khofinya. ia selalu berdzikir disaat orang lain terlelap dalam tidurnya.
remaja itu mengenakan pakaian khasnya, dia selalu memakai pakaian warna hitam, sarung hijau dan kopiah hitam, dia tidak terlepas, selalu memakai sarung, disetiap saat dan setiap waktu. kecuali jika dia ingin bepergian jauh ke luar sana, barulah dia memakai celana panjang. malam itu ia sedang didik manis didalam mesjid, bertafakur, berdzikir dan berdoa.
kemudian ia berdiri melaksanakan shalat tahajud, bilangan rakaatnya terlalu banyak hingga jaripun tak mampu untuk menghitungnya. jumlah rakaat shalatnya pada malam ini bisa diperkirakan sekitar seratus rakaat. dalam satu rakaatnya menghabiskan waktu yang lumayan lama karena diseptiap rakaat ia selalu membacakan surat- surat yang panjang.
malam semakin hening membuat sang remaja itu semakin khusuk dalam shalatnya. indah sekali mata memandangnya. memandang kekhusuannya seakan malaikat- malaikat- pun terharu padanya. sikap ketawadhuannya selalu terpancar di setiap do'anya. ia selalu meneteskan air matanya disetiap hembusan nafasnya, mengakui segala kesalahannya, memohon ampunan dan rahmat kepada-Nya
Waktu semalam tidak terasa baginya, ia terlalu asyik bercinta dengan sang maha kuasa, dia selalu melabuhkan segenap cintanya kepada-Nya. ia terlalu khusu dan asyik sehingga malam-pun baginya serasa hanya satu detik. fikiran dan perasaannya selalu tertancap fokus kepada sang pemilik jagat raya. sepanjang malam terus bersedu sedan mengemis kasih dan sayang kepada-Nya.
Waktu semakin berlalu, fajar-pun mulai menampakan sinarnya, menerangi pagi yang masih gelap gulita, sang fajar datang bagaikan pahlawan membawa cahaya untuk menerangi kegelapan alam. tidak lama kemudian, suara adzan di setiap menara mesjid sekitar mulai melantunkan suara emasnya mengumandangkan adzan subuh, menggentarkan jiwa dan membuyarkan kesunyian pagi hari.
Remaja itu mulai bangkit dari tempat duduknya, dia mulai sadar kalau waktu shalat subuh sudah tiba. di masjid itu, yaitu masjid jami' al-mu'min yang terletak di kota bandung, remaja itu melantunkan adzan subuh dengan suara yang merdu. orang- orang mulai berdatangan hingga masjid itu penuh dengan jama'ah yang mau berjama'ah shalat subuh.
Setelah beres berjama'ah remaja itu mengangkatkan kedua tangannya dan berdo'a meminta- minta diberikan jodoh (calon istri sholihah) dan ilmu yang bermanfaat dengan khusuk dan penuh pengharapan. dalam hatinya tersimpan berjuta harapan dan impian, mulai dari urusan pribadi keluarga dan ummat. tidak lupa dia-pun mendo'akan seluruh ummat muslim di dunia agar mendapatkan kerihoan-Nya.
Bersambung...
Waktu semalam tidak terasa baginya, ia terlalu asyik bercinta dengan sang maha kuasa, dia selalu melabuhkan segenap cintanya kepada-Nya. ia terlalu khusu dan asyik sehingga malam-pun baginya serasa hanya satu detik. fikiran dan perasaannya selalu tertancap fokus kepada sang pemilik jagat raya. sepanjang malam terus bersedu sedan mengemis kasih dan sayang kepada-Nya.
Waktu semakin berlalu, fajar-pun mulai menampakan sinarnya, menerangi pagi yang masih gelap gulita, sang fajar datang bagaikan pahlawan membawa cahaya untuk menerangi kegelapan alam. tidak lama kemudian, suara adzan di setiap menara mesjid sekitar mulai melantunkan suara emasnya mengumandangkan adzan subuh, menggentarkan jiwa dan membuyarkan kesunyian pagi hari.
Remaja itu mulai bangkit dari tempat duduknya, dia mulai sadar kalau waktu shalat subuh sudah tiba. di masjid itu, yaitu masjid jami' al-mu'min yang terletak di kota bandung, remaja itu melantunkan adzan subuh dengan suara yang merdu. orang- orang mulai berdatangan hingga masjid itu penuh dengan jama'ah yang mau berjama'ah shalat subuh.
Setelah beres berjama'ah remaja itu mengangkatkan kedua tangannya dan berdo'a meminta- minta diberikan jodoh (calon istri sholihah) dan ilmu yang bermanfaat dengan khusuk dan penuh pengharapan. dalam hatinya tersimpan berjuta harapan dan impian, mulai dari urusan pribadi keluarga dan ummat. tidak lupa dia-pun mendo'akan seluruh ummat muslim di dunia agar mendapatkan kerihoan-Nya.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar