Dari malas Menjadi Doa

Mengejar dan menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan, untuk menghadapinya perlu kesabaran. Tidak semua orang bisa bertahan dalam sebuah penantian, rata-rata orang tidak suka jika harus selalu menanti atau menunggu. disamping itu, Ada juga yang tidak nyaman dengan sebuah pengejaran, Tidak ingin mengejar-ngejar sesuatu. Seperti saat ini aku selalu menunggu dan mengejar seseorang. ya seseorang yang selalu menilai keberadaanku, selalu menilai hasil usahaku, selalu menilai kerjaanku dan tugasku. 

Raga dan badan telah mengeluarkan rasa capenya, hati telah membisikan sebuah bisikan malas. dan kemalasannya mulai menggerogoti sepotong kehidupan ini padahal Hidup masih tersisa untuk digunakan ke arah yang lebih baik. Disaat hari tak pelit dengan waktunya, Disaat badan tak merasakan sakitnya Namun, kenapa justru disaat itu Hati mulai terpengaruhi kemalasan yang baru tiba-tiba muncul.

Kini Diri mulai tidak memperdulikan hasil jerih payah sebuah perjuangan, tidak memperdulikan sebuah nilai bekas perjuangan. tidak ingin tahu tapak-tapak kehidupan kemarin. Niat pergi menemui seorang pemilik nilaipun mulai terhenti. terhenti oleh sebuah rasa yang aku anggap rasa itu adalah sebuah penyakit, rasa itu adalah rasa malas.

Yaa tuhan jauhkan aku dari sifat malas. sembuhkan aku dari penyakit malas. Aku mohon tolong jangan pertemukan lagi aku dengan yang namanya malas. Kini hanya aku bisa pasrah dan berserah diri kepada-Mu, Aku hanya ingin engkau selalu membimbing kehidupanku dan selalu menuntun aku ke arah yang lebih baik. Menempatkan aku di tempat yang engkau sukai. Aku mohon berikan aku cahaya-Mu sehingga aku tidak tersesat dijalan menuju cinta-Mu. Sampaikanlah aku ke cinta-Mu dan diamkanlah aku di dalam cinta-Mu selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar