Menabung Naskah

Menulis buku itu susah nggak sih, Mbak? Butuh waktu berapa lama untuk menulis satu buku? Begitu pertanyaan yang kerap dilontarkan pada saya ketika tahu saya penulis buku (walaupun saya bukan termasuk penulis produktif).

Kalau dibuat mudah, menulis buku sebenarnya memang mudah. Misalnya untuk buku non fiksi, bisa dicicil dengan menulis artikel rutin sesuai kemampuan. Misal mampu menulisnya seminggu sekali satu tulisan. Nah, kalau komitmen, sebulan bisa menghasilkan empat tulisan. Setahun sudah 48 tulisan. Kumpulkan saja tulisan-tulisan itu, terutama yang tema-temanya sejenis. Misalnya tentang wanita dan anak-anak. Desain kembali menjadi bab-bab sebuah buku. Maka, jadilah sebuah buku.

Kenalan saya di dunia maya, seorang penulis artikel produktif, melahirkan sebuah buku dari kumpulan artikelnya. Beliau seorang ibu rumah tangga yang kritis dan punya komitmen tinggi untuk menulis. Ratusan artikelnya pernah ditayangkan di berbagai media massa, khususnya tentang perempuan dan anak-anak. Hasilnya, lahirlah buku ¨Perempuan, Apa Yang Kau Cari?¨

Buku saya ¨The World of Me¨ juga bukan lahir karena saya niat menulis buku sejak awal. Itu sejatinya kumpulan artikel-artikel saya di Majalah Remaja Permata. Setelah saya kumpulkan dan saya permak sana-sini, hasilnya, GIP pun bersedia menerbitkannya menjadi sebuah buku.

Jadi, mulailah menulis rutin. Menulis apa saja. Surat pembaca, artikel, cerpen, kisah inspiratif, kisah perjalanan, dll. Simpan baik-baik. Jangan pernah membuang tulisan sejelek apapun. Tulisan-tulisan itu kelak menjadi investasi untuk mewujudkan mimpi: menerbitkan –minimal-- satu buku seumur hidup. Selamat menulis!(*bersambung: ¨Sebaiknya Fokus¨*)

Tips by mbak Asri Supatmiati, mentor di group belajar nulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar