Saat matahari menguning, di sepanjang jalan itu terlihat mobil-mobil dan moror-motor berlalu lalang, hilir mudik, ke sini ke mari. Pada saat yang sama, aku sedang berada di sebuah terminal besar, terminal yang kumplit dengan berbagai jurusan. Di sana terlihat beberapa mobil berhenti dan mengeluarkan beberapa penumpang dari beberapa daerah.
Di dalam angkot itu aku duduk, kebetulan angkot tersebut menumpangi beberapa wanita cantik dan seksi. Laki-laki yang ada dalam angkot itu hanya aku sama supir. Aku merasakan hatiku mengalami sesuatu, hatiku mengeluarkan perasaannya, perasaan yang tak biiasa. Kenapa rasa ingin terus memandangi tiba-tiba muncul, padahal pemandangan saat itu adalah pemandangan yang terlarang. Paha-paha mulus membuat mata susah untuk berkedip, membuat hati semakin goncang dan terkecoh, nyaris akalpun hilang melayang entah tahu kemana.
Saat itu aku membutuhkan keimanan yang kuat, namun nafsu begitu menggebu memaksaku untuk tidak menggunakan akal fikiran yang sehat. Hati mulai membisikan dengan bisikan-bisikan cinta, ya cinta yang keluar dari kolidor syar'i. Di saat yang sama hati itu mengakui dan mengetahui bahwa aku ingin sekali memandanginya, memandangi paha-paha yang mulus itu, ingin sekali memeluknya dan melakukan sesuatu yang sangat ingin dilakukan.
Namun, semua itu bisa di atasi, keimanan masih setia menemani naluri dan menjaga akal fikiran, sehingga pandangan masih bisa terjaga, keinginan untuk itu masih bisa dihiraukan, rasa cinta seperti itu telah bisa disederhanakan. Semuanya bisa diselesaikan walau harus melalui proses yang berat, yaitu proses tekanan batin, Tapi semuanya bisa disembuhkan karena iman dan karena akal masih bisa dipertahankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar